Arab Saudi Peringatkan Penyedia Aplikasi Messenger

Publikasi Oleh: Portal Informasi IT dan Hacking - 06.27.00


 
Arab Saudi berniat menyensor aplikasi messenger.
Senin, 01 April 2013

Hidayatullah.com--Arab Saudi hari Minggu (31/03/2013) memperingatkan, akan mengambil "langkah yang tepat" jika penyedia aplikasi messenger internet seperti WhatsApp gagal mematuhi aturan di negara itu. Beberapa hari sebelumnya perusahaan itu mengatakan, pemerintah ingin mengontrol trafik di internet.

"Beberapa aplikasi telekomunikasi melalui protokol internet saat ini tidak memenuhi persyaratan peraturan di kerajaan," kata Komisi Komunikasi dan Teknologi Informasi dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi negara SPA dan dilansir Middle East Online.

Aplikasi itu termasuk WhatsApp, Skype, dan Viber, yang memungkinkan teks dan komunikasi audio melalui internet.

Komisi telah mengatakan kepada penyedia layanan di Arab Saudi untuk bekerja sama dengan pengembang aplikasi tersebut guna "segera memenuhi peraturan yang ada." "Komisi akan mengambil langkah yang tepat terhadap aplikasi dan penyedia jasa-jasa tersebut jika tidak memenuhi kondisi yang ada," katanya, yang tampaknya merupakan ancaman terselubung yang akan mengarah melarang program tersebut.

Sumber-sumber di jasa industri mengatakan pekan ini, pihak berwenang telah meminta operator telekomunikasi semacam alat kontrol yang akan memungkinkan dilakukan sensor.

Satu sumber mengatakan, pihak penyedia layanan diberikan waktu seminggu untuk mematuhi.

Satu sumber lainnya dari kalangan industri mengatakan, Saudi Telecommunications Co (STC) bersama Mobily and Zain berada di balik upaya yang dilakukan Komisi, untuk mendorong Komisi melakukan sensor disebabkan "kerusakan" yang akan timbul akibat aplikasi gratis.*

Sumber

Portal Informasi IT dan Hacking
MujahidIT adalah portal IT dan informasi penting seputar teknologi dan dunia serta berita hacking.".