5 Syarat Penggunaan Komponen dalam Negeri untuk Smartphone

Publikasi Oleh: Portal Informasi IT dan Hacking - 02.46.00

5 Syarat Penggunaan Komponen dalam Negeri untuk Smartphone

http://www.mentariadiwityapragata.co.id/wp-content/uploads/2015/08/localContent-870x370.jpgKementerian Perindustrian telah mengubah aturan persyaratan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk produk-produk smartphone. Pemerintah menawarkan lima skema pemenuhan persyaratan yang bisa dipilih oleh produsen smartphone yang ada di Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, I Gusti Putu Suryawirawan menjelaskan, skema pertama yakni komponen perangkat keras atau hardware dari smartphone TKDN-nya 100 persen.

"Jadi kalau skema ini harus dibongkar seluruhnya. Enggak peduli tidak ada software dalam negeri, tapi harus semua hardware-nya dari dalam negeri," jelasnya di Gedung Kemenperin, Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Kemudian untuk skema kedua bobot TKDN-nya terbagi 75 persen hardware 25 persen software, skema kedua kandungan TKDN hardware dan softwarenya sama besar 50 persen. Lalu untuk skema keempat TKDN software-nya 75 persen dan hardware-nya 25 persen.

Lalu untuk skema terakhir TKDN software 100 persen. Skema terakhir inilah yang menjadi bahan perdebatan oleh pelaku industri. Pasalnya dengan begitu pengusaha bisa saja mengimpor smartphone secara utuh dari luar negeri.

"Ya memang boleh saja seperti itu, tapi tidak bisa dipakai, karena belum ada isinya. Dia baru punya TKDN kalau dia sudah di-inject oleh software lokal, dalam hal ini hardware-nya tidak dihitung. Berarti dia harus masukan banyak software lokal di dalamnya," imbuhnya.

Kendati begitu, Putu menegaskan bahwa ada persyaratan khusus dalam memilih software lokal untuk skema kelima tersebut. Sehingga pengusaha tidak bisa sembarang untuk memasuki software lokalnya.

"Ada syaratnya, itu yang mau di-workshop-kan nanti Jumat. Jadi engak bisa suka-suka dia. Nanti software-nya ga jelas terus dia bilang ini lokal, ya bisa begitu. Syaratnya misalnya itu (aplikasi) untuk apa. Lalu minimal aktif usernya sudah ada berapa juta. Jadi kalau softwarenya ga punya aktif user ya kita ga nilai," pungkasnya.(okezone)

Portal Informasi IT dan Hacking
MujahidIT adalah portal IT dan informasi penting seputar teknologi dan dunia serta berita hacking.".