Hacker Gagal Rampok Rp 11,5 triliun Gara-gara 'typo'

Publikasi Oleh: Portal Informasi IT dan Hacking - 06.59.00

Hacker Gagal Rampok Rp 11,5 triliun Gara-gara 'typo'

Hacker gagal rampok Rp 11,5 triliun gara-gara 'typo'
Siapa yang tidak benci typo? Kesalahan penulisan kata ini banyak membuat orang kena malu, terutama di media sosial. Nah, soal siapa yang kini paling benci typo, mungkin adalah grup hacker yang baru-baru ini menyerang akun bank Bangladesh.
Dikutip dari Softpedia (11/03), empat hari lalu dilaporkan sebuah grup hacker misterius berhasil membobol akun bank Bangladesh yang ada di bank sentral Amerika Serikat atau "Federal Reserve Bank". Rekening bank negara Bangladesh ini sendiri diklaim berisi USD 20 miliar atau Rp 260 triliun lebih!
Sekitar tanggal 4-5 Maret lalu, hacker berhasil menyerang rekening Bangladesh dan melakukan transfer ke beberapa rekening di berbagai bank di dunia. Setidaknya sudah ada empat transaksi yang berhasil dilakukan, dengan total Rp 1 triliun. Empat transaksi itu dialamatkan ke beberapa kasino di Filipina.
Untungnya, sebelum transaksi lain selesai terkirim, pihak hacker ceroboh dan salah menulis penerima transfer yang seharusnya "Shalika Foundation" ditulis jadi "Shalika Fandation". Nah, kesalahan ini kemudian terdeteksi oleh Bank Jerman.
Bank Jerman lalu memberitahu kesalahan mencurigakan ini ke pihak Federal Reserve di Amerika. Bank sentral Amerika itu lantas menghubungi bank Bangladesh untuk mengonfirmasi pengiriman uang dalam jumlah besar itu.
Setelah tahu bank Bangladesh tidak merasa mengirimkan uang itu, ban sentral Amerika langsung membatalkan sisa transaksi lain yang totalnya mencapai Rp 11,5 triliun! Seandainya grup hacker itu tidak membuat kesalahan, kasus ini tidak diragukan lagi akan menjadi aksi peretasan paling mahal di dunia.

Portal Informasi IT dan Hacking
MujahidIT adalah portal IT dan informasi penting seputar teknologi dan dunia serta berita hacking.".