Ubah Password Cegah Jatuh Korban Cybercrime

Publikasi Oleh: Portal Informasi IT dan Hacking - 06.51.00
Ubah Password Cegah Jatuh Korban CybercrimeLaporan Norton Cybersecurity Insight 2015 untuk Indonesia memberikan fakta-fakta menarik mengenai password. Temuan Norton mengungkapkan, orang Indonesia lebih memilih mengganti oli daripada password.

Password merupakan kunci keamanan utama untuk mencegah cybercrime. Norton dalam temuannya juga menyatakan bahwa 83 persen orang Indonesia telah mempersenjatai smartphone dengan password, namun 29 persen orang yang tidak mempunyai password di laptop, 37 persen di tablet dan 41 persen desktop.

64 persen orang di Indonesia sudah tidak mempercayakan orang lain untuk mengetahui password mereka. Namun 36 persen masih berbagi password, 58 persen password email, 57 password social media dan 21 password bank. Director Norton Consumer & Small Bussiness untuk kawasan Asia, Chee Choon Hong bahkan terheran ketika data menemukan orang Indonesia lebih cenderung memilih untuk mengganti oli daripada password.
“Saya tidak tahu mengapa data menunjukkan orang Indonesia lebih memilih mengganti oli daripada password. Kalau untuk saya, saya bisa ganti password hanya dalam dua menit dan menghabiskan seharian untuk mengganti oli. Ini entah karena malas atau apa jadi seperti ini. Mungkin juga karena masih merasa tidak mungkin menjadi korban atau merasa sudah aman,” ujarnya pada awak media, Selasa (8/3/2016).

Kesadaran netizen Indonesia untuk memberikan software pelindung juga masih rendah. 80 persen orang tidak memiliki software di laptop, 87 persen di tablet dan 79 di desktop.

Padahal di sisi lain, penjahat siber tidak menyerah. “Meretas akun seseorang tidak susah saat ini, apalagi dengan adanya social media. Makanya disarankan untuk tidak membuat password yang berisi tanggal lahir, nama istri, hewan peliharaan atau nama orang yang pernah disebut di social media. Gunakan software yang melindungi data Anda atau backup semua data,” tambahnya.

Selama 2015, Rp194,6 miliar terpaksa digelontorkan untuk membayar kejahatan siber. Satu korban rata-rata menghabiskan Rp7,6 juta untuk mengembalikan data yang ditawan para hacker.

Portal Informasi IT dan Hacking
MujahidIT adalah portal IT dan informasi penting seputar teknologi dan dunia serta berita hacking.".