Menkominfo Akui Kesulitan Blokir Situs Porno

Publikasi Oleh: Portal Informasi IT dan Hacking - 07.50.00

Menkominfo Akui Kesulitan Blokir Situs Porno

Menkominfo Akui Kesulitan Blokir Situs PornoKementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ternyata tengah menyusun situs yang masuk daftar putih atau ‘white list’. Situs itu sebagai filterisasi atau memblok terhadap konten berbau pornografi, perjudian dan lainnya yang masuk ‘black list’.

Demikian diungkapkan Menteri Kominfo, Rudiantara usai menggelar talkshow di Studio RRI Cirebon, Senin kemarin. “Ini diistilahkan bukan menyembuhkan orang sakit, melainkan membuat orang sehat. Saat ini baru ada sekitar 20 ribu situs yang masuk kategori white list. Pekerjaan berat dan luar biasa ini harus memastikan bahwa situs tersebut layak dan bagus untuk dunia pendidikan seperti di sekolah dan pesantren,” ujarnya.

Sementara untuk target tahun 2016, pihaknya berharap dapat mengumpulkan sebanyak 40 ribu situs putih mulai dari hilir hingga ke hulu.

“Kalau di hulu, kita memastikan bagaimana masyarakat Indonesia khususnya dunia pendidikan. Termasuk pesantren, bagaimana membuat konten-konten yang masuk white list,” terangnya, seperti dikutip dari Kabar-Cirebon.com.

Saat ini, lanjut Rudiantara, Kominfo sudah memblokir sekitar 800 ribu situs, dimana porsi paling besar sekitar 90 persen diisi oleh konten pornografi. “Sampai saat ini sudah hampir 800 ribu situs yang sudah diblok. Paling banyak atau 90 persen itu terkait masalah pornografi sisanya seperti kekerasan dan perjudian.

Soalnya kan pornografi itu di kita gak boleh. Tetapi di luar sana legal dan punya industri sendiri. Kalau kita blok 10 muncul 20, kita blok 50 mungkin muncul 100,” bebernya.

Di sisi lain, terang Rudiantara, dalam konteks information dan communication technology (ICT), Indonesia berada di posisi keempat se-Asean setelah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Jika berdiam diri, Vietnam juga tengah mengejar dengan menggagas sejumlah program dengan tujuan 2019 bisa menjadi negara kedua di Asean setelah Singapura.

Karena, Indonesai tidak bisa mengejar Singapura. Sebab, dari segi wilayah, negaranya jauh lebih kecil dibandingkan Indonesia. “Singapura bisa lebih kecil dari Kabupaten Cirebon. Tapi, dari segi wilayah negara mereka berdiri sendiri. Namun jika dengan Jakarta, bisa dikatakan 11-12 lah,” tambahnya.

Mengingat luas wilayah Indonesia terlalu besar, pihaknya berusaha untuk perluasan jaringan ke seluruh pelosok tanah air. Salahsatunya yakni dengan program yang telah digagas yakni jaringan 4G diharapkan dapat mengakselerasinya.

“Diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif digital di Indonesia. Sehingga, dapat bersaing di tingkat regional bahkan di dunia,” katanya.

Selain itu, dari segi infrastruktur Indonesai telah menggagas program “Palaparing” atau pemasangan jaringan dari pelosok barat hingga timur Indonesia. Karena cakupannya luas, sehingga pemerintah saat ini tengah menyelesaikan kontak perjanjiannya saja.

“Bisnisnya bisa mencapai sekitar 21 triliun rupiah. Sehingga, ibukota dan kabupaten yang masih di pelosok bisa dilayani dan menikmati jaringan internet ini,” bebernya.

Portal Informasi IT dan Hacking
MujahidIT adalah portal IT dan informasi penting seputar teknologi dan dunia serta berita hacking.".