Begini Cara Ilmiah Berlindung dari Sambaran Petir

Publikasi Oleh: Portal Informasi IT dan Hacking - 08.59.00

Begini Cara Ilmiah Berlindung dari Sambaran Petir

 Begini Cara Ilmiah Berlindung dari Sambaran Petir

Menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, seluruh wilayah Kabupaten dan Kota Bogor rawan sambaran petir. Lokasi geografis yang dikelilingi Gunung Halimun, Salak, Gede, dan Pangrango menyebabkan Bogor menjadi pusat penghantaran listrik dari awan.

"Sebelumnya BMKG menyatakan bahwa saat ini adalah transisi musim dari kemarau ke hujan. Di mana saat angin kering bertemu angin basah belumlah stabil, jadi akan sering turun hujan deras yang tiba-tiba saat cuaca panas, disertai angin kencang dan petir," kata Dedi Sucahyono, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Dramaga, belum lama ini.

Ia menjelaskan, intensitas hujan yang turun sampai pekan ini hanya sampai 50 milimeter per detik, dan tidak turun lebih dari enam jam sehari. Namun, petir bisa menyambar kapan saja bahkan sebelum hujan turun.
"Petir itu bisa menyambar kapan saja dan benda apapun. Makanya masyarakat harus waspada kalau langit mulai gelap, awan gelap bahkan masih membiru, harus cepat berlindung," katanya, seperti dilansir dari PR Online.com.

Dedi menuturkan, saat awan menghitam terbentuklah cumulonimbus yang siap menghantarkan muatan listrik negatif ke muka bumi. Sambaran itu bisa dinetralkan oleh isolator atau benda yang tidak dapat mengalirkan listrik.

"Seluruh Bogor itu jauh lebih rawan kena sambaran petir, dibandingkan Jakarta atau kota lain. Karena dikelilingi gunung. Banyaknya ruang terbuka seperti lapangan, sawah, kebun, sangat memungkinkan lebih banyak tersambar," tutur dia. Akan tetapi, di wilayah perkotaan, kerawanan relatif minim.

"Di perkotaan banyak isolator, seperti berdirinya gedung-gedung dari beton yang tidak dapat mengaliri listrik. Kaca dan terutama bahan fiber akan menetralkan sambaran sehingga tidak mencelakakan manusia," katanya.
Sedangkan di pedesaan masih sangat banyak ruang terbuka, sementara bangunan rumah belum memadai sebagai isolator.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak berada di ruang terbuka saat hujan. Masyarakat pun diingatkan agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan, karena bisa tersambar atau terbakar. "Jauhi lapangan dan kalau bisa masuk gedung. Masuk ke mobil lebih baik karena listrik tidak akan masuk ke dalam," ucap dia.

Portal Informasi IT dan Hacking
MujahidIT adalah portal IT dan informasi penting seputar teknologi dan dunia serta berita hacking.".