Pemuda pembuat aplikasi 'pembunuh' 200.000 situs dipenjara 1 tahun

Publikasi Oleh: Portal Informasi IT dan Hacking - 08.00.00

Pemuda pembuat aplikasi 'pembunuh' 200.000 situs dipenjara 1 tahun

Pemuda pembuat aplikasi 'pembunuh' 200.000 situs dipenjara 1 tahun
Grant Manser. © Fossbytes
 
Kesalahan di masa muda bisa membuat masa depan berantakan. Kata-kata itu pantas diberikan pada Grant Manser, pemuda 20 tahun dari Worcestershire, Inggris, yang menghabiskan masa remajanya sebagai pengembang aplikasi hacker.

Tidak tanggung-tanggung, di usinya yang ke-16, Manser sudah menciptakan berbagai aplikasi peretas website. Aplikasi karya Manser antara lain, Dejabooter, Vex-Stresser, netspoof dan Refinedstresser.
Dari penjualan aplikasi-aplikasi itu, Manser mengaku mampu meraup untung hingga Rp 918 juta lebih! 

Rata-rata harga per aplikasi hackernya adalah Rp 80-400 ribuan. Kabar buruknya, deretan aplikasinya terbukti membuat 224.548 website crash alias down.

Semua terjadi akibat pembeli aplikasi Manser jumlahnya mencapai 4000 orang lebih. Ribuan orang itu menggunakan aplikasi Manser untuk menyerang berbagai jenis website, seperti website sekolah, bisnis, dan pemerintah melalui metode DDoS (Distributed Denial of Services).

Website yang jadi korban aplikasi Manser tersebar dari Polandia, Prancis, Amerika Serikat, Belanda, dan beberapa negara Eropa lain.

Salah satu korbannya adalah website kampus Harrogate and Hull College yang down 14 jam lebih. Kampus itu menjadi korban setelah salah satu mahasiswanya membeli aplikasi Manser dan menyerang website kampus itu pasca marah skorsing pihak kampus.

Akibat pembuatan aplikasi itu, Manser yang saat ini menjalani sidang di pengadilan Birmingham diganjar hukuman penjara 18 bulan, kerja 100 jam tanpa dibayar, dan denda Rp 2 juta.

 

Portal Informasi IT dan Hacking
MujahidIT adalah portal IT dan informasi penting seputar teknologi dan dunia serta berita hacking.".