Tiga Jurus Tangani Penyalahgunaan Teknologi Informasi Negatif

Publikasi Oleh: Portal Informasi IT dan Hacking - 02.30.00

Tiga Jurus Tangani Penyalahgunaan Teknologi Informasi Negatif

 Tiga Jurus Tangani Penyalahgunaan Teknologi Informasi Negatif

JAKARTA - Kemudahan akses internet dan perkembangan teknologi memberi dampak positif sekaligus negatif. Kementerian Komunikasi memiliki tiga pendekatan dalam menangani penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

"Dengan satu klik, kita bisa mendapatkan berbagai informasi bahkan menguasai dunia. Namun kita juga perlu mewaspadai bahaya tersembunyi yang mengintai anak-anak dalam memanfaatkan internet," ujar Direktur Pemberdayaan Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Septriana Tangkary.

Dia mengatakan, beberapa bahaya tersembunyi dalam pemanfaatan internet antara lain Cyber Porn, yaitu pornografi melalui internet di mana ditampilkan gambar dan video asusila. Cyber bullying yaitu kekerasan dan pelecehan melalui internet. Cyber Fraud berupa penyebaran informasi tidak benar di internet (hoax) serta penipuan transaksi online.

"Ada pula Cyber Gambling yaitu permainan judi berkedok game media sosial, dan Cyber Stalking di mana muncul kasus penculikan dengan cara berkenalan di media sosial," papar Septriana dikutip dari laman resmi Kominfo.go.id, Minggu (15/5/2016).

"Ribuan anak Indonesia telah menjadi korban kejahatan internet bahkan dalam satu hari ada 300 anak yang menjadi korban. Mulai dari kasus penculikan, perkosaan, bullying, dan lainnya. Ini harus menjadi perhatian kita dalam melindungi anak-anak dari bahaya kejahatan internet,” tambahnya.

Lebih lanjut Septriana menjelaskan bahwa peran Guru BK, orangtua, dan pemerintah sangat penting dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif internet. "Pemanfaatan internet seharusnya dilakukan secara baik dalam arti tepat guna, aman sesuai dengan etika, budaya, dan norma yang berlaku," tuturnya.


Kominfo telah menerapkan 3 (tiga) jurus pendekatan dalam menangani penyalahgunaan TIK yakni:
Pertama, Pendekatan Teknologi yaitu upaya melindungi pelajar dari konten dan akses situs negatif melalui sistem penyaringan konten negatif yaitu Trust Positif, DNS Nawala, dan Sistem Whitelist Nusantara yang menyediakan rekomendasi situs-situs positif.

Kedua, Pendekatan Hukum, di mana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektonik, Pasal 27 sampai dengan Pasal 29 menjelaskan mengenai perbuatan yang dilarang untuk disebarluaskan karena berisi informasi kesusilaan, perjudian, penghinaan dan pemerasan berita bohong dan SARA dan ancaman kekerasan serta UU tentang Pornografi dan UU tentang Hak Cipta.

Terakhir, Pendekatan Sosio Kultural, yaitu dengan melalui pelatihan agen perubahan informatika (internet CAKAP dan Relawan TIK), pembuatan video animasi digital hero Indonesia, serta melalui penyelenggaraan berbagai kompetisi seperti INAICTA, AICTA, Duta Internet CAKAP, Kartini Next Generation.

Sumber : Okezone

Portal Informasi IT dan Hacking
MujahidIT adalah portal IT dan informasi penting seputar teknologi dan dunia serta berita hacking.".